Jumat, 13 Juli 2012

Materi Lemak - Kimia SMA Kelas XII

Materi Lemak - Kimia SMA Kelas XII

Materi Lemak - SMA Kelas 12
Lemak merupakan sumber cadangan energi di dalam tubuh suatu makhluk hidup.

Struktur asam lemak dibedakan sebagai asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.

Tata nama lemak tergantung dari asam lemak yang diikat.

Lemak mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
- Lemak merupakan bahan padat pada suhu kamar.
- Lemak memiliki sifat plastis artinya mudah dibentuk atau dicetak atau dapat diempukkan.
- Titik lebur minyak dipengaruhi oleh sifat tekstur serta daya tarik antara asam lemak yang berdekatan.

Bilangan iodium adalah suatu ukuran dari derajat ketidakjenuhan. Bilangan iodium ditetapkan sebagai jumlah gram iodium yang diserap oleh 100 gram lemak.

Lemak dapat mengalami bau dan rasa tengik yang disebut proses ketengikan.

Lemak mengalami hidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak.

Beberapa senyawa lipid adalah malam, terpena, steroid, fosfolipid, dan prostaglandin.


Untuk slengkapnya silakan downlaod disini: =>> DOWNLOAD

Materi Makromolekul - Kimia SMA Kelas XII

Materi Makromolekul - Kimia SMA Kelas XII

Materi Makromolekul - SMA Kelas 12
Makromolekul adalah molekul yang sangat besar dengan ukuran 10–10.000 A0 yang
terbentuk dari ratusan bahkan ribuan atom. Makromolekul yang mempunyai struktur teratur, bersifat karakteristik dan tersusun dari unit-unit terkecil dan berulang dinamakan polimer. Berdasarkan asalnya polimer dibedakan menjadi polimer sintetis dan polimer alamiah.

Contoh polimer alam yaitu amilum, selulosa, karet, wol, protein, dan karbohidrat.

Polimer sintetis dibedakan menjadi:
a. Berdasarkan jenis monomernya
- Homopolimer, yaitu polimer yang terdiri dari monomer-monomer sejenis.
- Kopolimer, yaitu polimer yang terdiri dari dua macam atau lebih monomer.
b. Berdasarkan sifat termalnya yaitu termoplas dan termoset.
c. Berdasarkan reaksi pembentukannya.
- Polimer adisi terbentuk dari penggabungan monomer-monomer melalui reaksi polimerisasi adisi yang disertai pemutusan ikatan rangkap.
- Polimer kondensasi terbentuk dari penggabungan monomer-monomer melalui reaksi polimerisasi kondensasi yang terkadang disertai terbentuknya molekul kecil seperti H2O, HCl, dan NH3.

Karbohidrat atau disebut juga sakarida. Karbohidrat yang paling sederhana adalah monosakarida, sedangkan karbohidrat kompleks yang terdiri dari banyak unit monosakarida disebut polisakarida.
Contoh polimer sintetis yang banyak digunakan adalah plastik. Jenis-jenis plastikantara lain polietilena, polipropilena, polistirena, PVC, teflon, dan polimetil pentena.

Monosakarida adalah satuan unit terkecil dari karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi molekul karbohidrat yang terkecil.
DStruktur monosakarida dapat digambarkan dengan cara  Fischer ,  Howarth, dan  sistem Kursi. Jika gugus hidroksil pada struktur Fischer berada di sebelah kanan, maka pada rumus Howarth posisinya berada di bawah demikian sebaliknya. Jika gugus OH pada atom C yang berasal dari gugus karbonil (C = O) mengarah ke bawah, maka senyawa yang ditandai dengan alfa (α ). Adapun yang mengarah ke atas ditandai dengan beta ( β ).

Monosakarida memiliki sifat-sifat antara lain mengalami reaksi reduksi, oksidasi, membentuk glikosida, dan berisomeri.

Monosakarida yang penting adalah glukosa, galaktosa, dan fruktosa.

Disakarida dibentuk dari dua monosakarida melalui ikatan kondensasi. Disakarida mempunyai rumus molekul C12H22O11. Contoh dari disakarida adalah sukrosa, maltosa, dan laktosa.

Polisakarida tersusun atas banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang penting adalah  selulosa, hemiselulosa, pektin, dan glikogen.

Asam amino memiliki struktur seperti berikut.


Asam amino dibedakan menjadi asam esensial yaitu asam amino yang sangat diperlukan tubuh, tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh dan asam amino nonessensial yang dapat disintesis tubuh.

Asam amino bersifat amfoter; terdapat muatan positif dan negatif; mengalami reaksi esterifikasi, diasilasi, dan ninhidrin; serta terdapat ikatan disulfida.

Protein ialah biopolimer yang terbentuk dari asam-asam amino melalui ikatan peptida.

Sifat fisikokimia protein tergantung pada jumlah dan jenis asam aminonya.

Protein memiliki struktur primer, sekunder, tersier, dan kuartener.

Klasifikasi protein berdasarkan struktur susunan molekul, kelarutan, keberadaan senyawa lain, dan tingkat degradasi.

Protein berfungsi sebagai enzim; alat pengangkut dan alat penyimpan; pengatur pergerakan; penunjang mekanis, pertahanan tubuh, media perambatan impuls saraf, dan pengendalian pertumbuhan.

Untuk menguji keberadaan protein dapat ditunjukkan dengan uji reaksi seperti berikut.
a. Uji biuret untuk menunjukkan adanya ikatan peptida.
b. Uji xantoproteat untuk menunjukkan adanya gugus fenil atau inti benzena.
c. Uji timbel (II) asetat untuk menunjukkan adanya belerang dalam protein.





untuk slengkapnya silakan download disini: =>> DOWNLOAD


Materi Benzena - Kimia SMA Kelas XII

Materi Benzena - Kimia SMA Kelas XII

Materi Benzena - SMA Kelas 12
Benzena memiliki rumus molekul C6H6. Struktur benzena dapat digambarkan dengan  dua cara yaitu struktur kekule dan struktur delokalisasi  Ï€ .

Benzena dirumuskan sebagai struktur segi enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjungsi dan selalu beresonansi.

Tata nama benzena adalah nama substituen + nama benzena. Jika dalam senyawa turunan benzena terdapat dua jenis substituen maka posisi subtituen dinyatakan dengan awalan o  (orto),  m  (meta), dan  p  (para) atau menggunakan angka dengan urutan prioritas sebagai berikut.
– COOH, – SO3, – CH3, – CN, – OH, – NH2, – R, – NO2, – X

Benzena memiliki titik didih dan titik leleh yang khas. Titik leleh posisi para lebih tinggi daripada posisi orto dan meta.
DBenzena tidak mengalami adisi, tetapi mengalami substitusi yaitu:
a. halogenasi yaitu substitusi halogen,
b. nitrasi yaitu substitusi NO2,
c. sulfunasi yaitu substitusi SO3,
d. alkilasi yaitu substitusi dengan alkil R.

Kegunaan dari benzena dan turunannya, antara lain:
a. Benzena digunakan sebagai pelarut berbagai jenis zat dan bahan dasar.
b. Fenol (C6H5OH) dikenal sebagai asam karbol untuk disinfektan.
c. Toluen digunakan untuk pembuatan bahan peledak TNT.
d. Anilin digunakan untuk bahan dasar zat pewarnaan tekstil.
e. Natrium benzoat untuk pengawet berbagai makanan olahan.


Untuk selengkapnyas ilakan download disni: =>> DOWNLOAD

Materi Senyawa Organik - Kimia SMA Kelas XII

Materi Senyawa Organik - Kimia SMA Kelas XII


Materi Senyawa Organik - SMA Kelas 12
Rumus umum alkohol dan eter adalah CnH2n+2O. Tata nama alkohol dan eter dapat dilakukan secara IUPAC dan trivial. Tata nama alkohol secara IUPAC yaitu sesuai nama alkananya tetapi huruf terakhir diganti -ol . Adapun untuk alkohol yang memiliki cabang maka tata namanya adalah nomor cabang – nama alkyl – nomor gugus OH – nama rantai utama. Adapun tata nama alkohol secara trivial yaitu nama alkyl diakhiri dengan alkohol. Alkohol dibedakan atas alkohol primer, sekunder dan tersier. Tata nama eter atau alkoksi alkana secara IUPAC yaitu alkyl yang lebih kecilsebagai alkoksi dan alkyl yang lebih besar sebagai alakana. Adapun tata nama eter secara trivial adalah nama alkyl sesuai urutan abjad dan diakhiri eter .

Rumus umum aldehida dan keton adalah CnH2nO. Tata nama aldehida dan keton dapat dilakukan secara IUPAC dan trivial. Tata nama aldehida secara IUPAC diturunkan dari alkana induknya dengan mengubah huruf terakhir dengan –al . Adapun tata nama aldehida secara trivial diambil dari nama asam karboksilat induknya dengan mengubah asam –at  menjadi akhiran  aldehida. Tata nama keton secara IUPAC yaitu mengubah akhiran – a  pada alkana dengan –on. Adapun tata nama secara trivial keton  yaitu nama alkyl yang melekat pada gugus karbonil ditambah kata keton . Keton dapat berisomer kerangka, posisi atau fungsi.

Rumus umum asam karboksilat adalah CnH2nO2. Tata nama asam karboksilat secara IUPAC diturunkan darimana alkana induknya dengan memberi awalan asam dan mengubah akhiran –a  pada alkana dengan – oat. Adapun tata nama secara trivial diambilkan dari nama sumber asam karboksilat tersebut.

Rumus keton adalah CnH2nO. Tata nama keton secara IUPAC yaitu mengubah akhiran - a  pada alkana dengan - on. Adapun tata nama trivial yaitu dari nama alkil yang melekat padagugus karbonil ditambah kata keton. Keton dapat berisomer kerangka, posisi atau fungsi.

Rumus umum asam karboksilat adalah CnH2nO2. Tata nama asam karboksilat secara IUPAC diturunkan dari nama alkana induknya dengan memberi awalan asam dan mengubah akhiran -a  pada alkana dengan -oat. Adapun tata nama trivial diambilkan dari sumber asam karboksilat tersebut.

Struktur ester secara umum adalah

Tatanama ester secara IUPAC yaitu dengan menyebutkan terlebih dahulu alkil yang melekat pada gugus karbonil kemudian nama karboksilatnya. Adapun tata nama trivial ester disesuaikan dengan tata nama trivial karboksilat.

Rumus umum haloalkana adalah RX. Tata nama haloalkana secara IUPAC adalah awalan-haloalkana.

Alkohol memiliki sifat-sifat antara lain didih relatif tinggi, alkohol dengan massa molekul relatif rendah larut dalam air. Reaksi yang terjadi pada alkohol antara lain dehidrasi, oksidasi, dengan logam Na atau K, esterifikasi dan dengan hidrogen halida.

Eter memiliki sifat-sifat antara lain mempunyai titik didih yang lebih kecil dibanding alkohol, sedikit larut dalam air dan inert .

Sifat-sifat aldehida antara lain titik didih relatif lebih tinggi dibandingkan senyawa nonpolar yang setara, kelarutannya hampir sama dengan alkohol sama dengan alkohol dan eter. Aldehida mudah dioksidasi menjadi asam karboksilat dengan Pereaksi Fehling dan Tollens. Selain itu aldehida tidak membentuk ikatan hidrogen.

Sifat-sifat keton adalah memiliki titik didih relatif lebih tinggi daripada senyawa hidrokarbon dengan Mr sama, larut dalam air, memiliki bau harum. Keton direduksi menghasilkan alkohol sekunder.

Sifat-sifat asam karboksilat adalah titik didihnya relatif tinggi, sangat polar, semakin besar jumlah atom karbonnya maka kelarutannya makin turun. Asam karboksilat tergolong asam lemah, dan bereaksi dengan alkohol membentuk ester (reaksi esterifikasi).

Sifat-sifat ester adalah polar, larut dalam air (massa molekul relatif rendah), mengalami reaksi hidrolisis dan reaksi reduksi.

Sifat-sifat haloalkana adalah mempunyai titik didih dan titik leleh lebih tinggi dari alkana dengan jumlah atom C yang sama, mengalami reaksi substitusi dengan suatu basa membentuk alkohol, eliminasi, sintesis Wart dan menghasilkan pereaksi Grignard.

Etanol dihasilkan dari proses fermentasi tepung/padi-padian dan buah. Adapun etoksi etana dibuat dari etanol dan asam sulfat, sedangkan etoksi metana dibuat dengan sintesis Williamson.

Aldehida dibuat dalam reaksi oksidasi alkohol primer dengan oksidator. Adapun keton dibuat melalui reaksi oksidasi alkohol sekunder dengan oksidator K2Cr2O7 dalam suasana asam.

Asam etanoat secara industri dibuat dengan reaksi oksidasi etanol dari buah anggur dengan katalis enzim. Ester dibuat melalui reaksi estensifikasi.

Haloalkana dapat dibuat dengan cara mereaksikan alkohol dengan hidrogen halida; alkohol dengan tionil klorida; alkohol dengan fosfor halida; alkana dengan gas halida; adisi asam halida terhadap alkana atau alkena.

Senyawaan gugus fungsi memiliki banyak manfaat, antara lain metanol, etanol, etoksi etana sebagai pelarut;  metil tetra butyl eter (MTBE) sebagai antiknoking , spiritus sebagai bahan bakar, gliserol berguna dalam industri, aldehida untuk memproduksi resin, zat warna dan obat-obatan. Keton banyak digunakan dalam industri parfum.

Untuk selengkapnya silakan download disni: =>> DOWNLOAD

Materi Unsur Radioaktif - Kimia SMA Kelas XII

Materi Unsur Radioaktif - Kimia SMA Kelas XII

 Materi Unsur Radioaktif - SMA Kelas 12
Proses keradioaktifan mula-mula ditemukan oleh Henry Becquerel, kemudian Marie Curie  dan  Piere Curie menemukan unsur baru yang sangat radioaktif yaitu radium.

Unsur radioaktif mengalami peluruhan alfa, beta, gamma, dan pemancaran neutron.

Kestabilan inti didapat jika perbanding neutron/proton = 1.

Defek massa adalah selisih antara massa inti yang sebenarnya dan jumlah massa proton dan neutron penyusunnya.

Ada tiga deret keradioaktifan alam yaitu deret thorium, uranium, dan aktinium, dan deret buatan neptunium.

Peluruhan radioaktif mengikuti hukum laju reaksi orde satu.

Waktu paruh suatu zat radioaktif adalah waktu yang diperlukan oleh separuh dari jumlah zat radioaktif mula-mula untuk berubah menjadi zat lain.

Reaksi inti dibedakan menjadi dua, yaitu reaksi pembelahan inti (fisi) dan reaksi penggabungan inti (fusi).

Jika dibuat hubungan antara banyaknya proton dengan neutron, maka perbandingan jumlah neutron (N) dengan jumlah proton (Z) inti stabil berada pada pita kestabilan. Adapun untuk inti yang tidak stabil cenderung menyesuaikan perbandingan neutron dan proton  pada pita kestabilan.

Penggunaan radioisotop dimanfaatkan sebagai perunut dan sumber radiasi, antara lain dalam bidang kimia, kedokteran, pertanian, industri, pengukuran usia bahan organik.

Bahaya radiasi dipengaruhi beberapa faktor antara lain jenis radiasi, lama penyinaran, jarak sumber radiasi dengan tubuh, dan keberadaan penghalang.

Efek radiasi dibedakan atas efek segera dan efek tertunda.

Untuk selengkapnya silakan downo\load disni: =>> DOWNLOAD

Materi Unsur Transisi - Kimia SMA Kelas XII

Materi Unsur Transisi - Kimia SMA Kelas XII

Materi Unsur Transisi - SMA Kelas 12
Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur blok d dalam tabel periodik unsur.

Sifat fisika unsur-unsur transisi periode keempat adalah mempunyai titik cair yang tinggi, daya hantar listrik yang baik, dan kekerasan yang sedang sampai tinggi.

Sifat kimia unsur-unsur transisi adalah mempunyai berbagai macam bilangan oksidasi, banyak senyawaannya bersifat paramagnetik, ion unsur transisi berwarna, dan dapat membentuk senyawa kompleks.

Kromium di alam sebagai bijih krom besi, yaitu kromit yang dapat ditemukan di Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Bijih besi utamanya adalah hematit, limotit, siderit, pirit, dan ilminit. Bijih besi ditemukan di Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Senyawaan tembaga, antara lain pirit tembaga, dan malasit. Potensi tembaga terdapat di Papua, Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.

Bijih mangan yang penting adalah pirolusit. Potensi mangan terdapat di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Kepulauan Riau.

Kromium berguna dalam penyepuhan, besi dan vanadium digunakan sebagai bahan pembuatan baja, tembaga digunakan untuk membuat kabel, titanium dan mangan berguna dalam industri pesawat terbang, zink berguna untuk melapisi besi dan baja agar tidak berkarat.

Kromium diperoleh melalui ekstraksi bijihnya. Pengolahan besi diperoleh dari mereduksi oksida besi dengan reduktor karbon dalam tanur tinggi, dengan bahan dasar hematit, kokas dan batu kapur. Adapun baja dibuat dengan tungku Bassemer dengan bahan utama besi tuang. Titanium diperoleh dari bijihnya dengan proses Kroll.

Pengolahan besi membawa pengaruh negatif terhadap lingkungan yaitu jika limbah pengolahannya masuk ke perairan. Hal ini menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam air. Dampak negatif lainnya adalah penambangan tembaga yang membuang pasir sisa yang mengandung logam Cu ke perairan. Hal ini dapat membahayakan organisme di perairan tersebut.


Untuk selengkapnyas ilakan download disini: =>> DOWNLOAD

Materi Unsur-Unsur Utama - Kimia SMA Kelas XII

Materi Unsur-Unsur Utama - Kimia SMA Kelas XII

Materi Unsur-Unsur Utama - SMA Kelas 12
* Anggota unsur utama adalah unsur-unsur dalam golongan A(IA – VIIIA)

# Sifat-sifat fisika unsur-unsur utama golongan IA dan IIA dari atas ke bawah dalam tabel periodik antara lain energi ionisasi makin kecil, dan jari-jari ion makin besar. Adapun sifat kimianya adalah sangat reaktif, sifat logamnya bertambah (dari atas ke bawah dalam tabel periodik); bereaksi dengan oksigen, unsur halogen, air, asam encer, dan amonia.

# Unsur-unsur golongan IIIA tidak sereaktif golongan IA dan IIA. Boron dapat bereaksi dengan unsur halogen, membentuk asam oksi, larut dalam air dan membentuk molekul-molekul ion raksasa dengan atom oksigen. Adapun garam aluminium akan mengkristal dalam larutannya sebagai hidrat.

# Karbon dan silikon tidak reaktif pada suhu biasa. Karbon bereaksi langsung dengan fluor. Jika karbon dibakar dalam udara yang terbatas menghasilkan karbon monoksida. Karbon dapat membentuk ikatan kovalen tunggal, dan rangkap untuk membentuk senyawa organik.

# Silikon bereaksi dengan halogen; jika dipanaskan membentuk oksida; membentuk garam dari asam oksi dan membentuk molekul-molekul dan ion-ion raksasa dengan atom oksigen.

# Nitrogen dan fosfor  mempunyai energi ionisasi pertama yang cukup besar, yaitu masing-masing 1.406 kJmol -1dan 1.066 kJmol-1. Nitrogen dapat bereaksi dengan oksigen dengan bantuan bunga api listrik tegangan tinggi. Selain itu nitrogen juga dapat bereaksi dengan fluor membentuk nitrogen trifluorida dan bereaksi dengan logam membentuk nitrida ionik. Adapun fosfor bereaksi dengan logam IA dan IIA membentuk fosfida, bereaksi dengan halogen membentuk trihalida. Selain itu  fosfor juga membentuk asam okso fosfor.

# Oksigen membentuk senyawa dengan semua unsur kecuali dengan gas mulia. Adapun belerang mudah bereaksi dengan semua unsur, kecuali emas, platinum dan gas mulia.

#Sifat-sifat fisika unsur halogen dari atas ke bawah dalam tabel periodik antara lain energi ionisasi makin kecil, jari-jari ion makin besar, dan potensial elektrode standar makin kecil. Unsur-unsur halogen dapat bereaksi dengan air, hidrogen, halogen, logam, hidrokarbon, serta dengan nonlogam dan metallid tertentu. Unsur halogen memiliki kereaktifan yang menurun dari fluor hingga iod.

Unsur-unsur gas mulia memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah. Sekarang telah dapat dibuat senyawa dari unsur xenon, yaitu XeF2, XeF4, XeF6.

Unsur natrium terdapat di alam sebagai senyawaan, antara lain sebagai natrium klorida yang terlarut dalam air laut, natrium nitrat, natrium karbonat. Natrium klorida (garam dapur) banyak diusahakan di Pulau Madura. Kalium terdapat di alam juga sebagai senyawaan, antara lain silvinit, karnalit, akinit dan garam abu yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan darat.

Kalsium di alam terdapat dalam senyawa kalsit, batu gamping, pualam, batu karang, dan gips. Cadangan batu kapur terbesar berada di Sumatra Barat. Adapun magnesium di alam terdapat dalam senyawa magnesit, dolomite, karnalit, asbes dan mika. Dolomit ditemukan di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, dan Papua.

Boron ditemukan di alam dalam senyawaan seperti silica, silikat, dan borat. Senyawa boron yang melimpah adalah asam borat, dan boraks. Aluminium di alam sebagai senyawa batu menikam, tanah liat, kriolit, dan bauksit. Bauksit banyak diperoleh di Kepulauan Riau dan Pulau Bintan. Karbon terdapat di alam  dalam keadaan bebas sebagai intan dan grafit. Nitrogen terdapat di udara sebagai N2. Adapun fosfor tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam senyawa apatit dan fosforit yang terdapat pada tulang hewan menyusui. Apatit terdapat di Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Pulau Jawa. Belerang terdapat dalam keadaan bebas di gunung berapi sebagai senyawaan dalam pirit, sfaterit, galenit, gips, barit dalam zat putih telur.

Klor terdapat di alam dan bergabung dengan unsur lain membentuk senyawa garam dapur, kalium klorida dan magnesium klorida. Sumber air iodium terdapat di Mojokerto (Jawa Timur). Senyawaan fluor adalah fluorit dan kriolit. Semua unsur gas mulia dapat ditemukan di atmosfer.

Natrium dapat diperoleh dengan cara elektrolisis NaCl menggunakan sel Downs. Sedangkan senyawa natrium klorida dapat diperoleh dengan menampung air laut di tambak dan membiarkan airnya menguap sehingga yang tertinggal adalah garam dapur. Adapun senyawa natrium karbonat dapat diperoleh melalui elektrolisis larutan NaCl dengan diafragma, dan proses Solvay.

Unsur kalsium diperoleh dengan cara elektrolisis CaCl2 cair, dan diperoleh hasil samping
gas klorin.

Unsur aluminium diperoleh melalui proses Hall. Adapun unsur boron diperoleh dengan mereduksi boron oksida dengan magnesium atau aluminium.

Unsur nitrogen, oksigen dan unsur gas mulia diperoleh dengan penyulingan bertingkat udara cair. Adapun senyawa amonia diperoleh melalui proses Haber-Bosch, dan senyawa asam nitrat dibuat dengan proses Haber-Ostwald. Fosfor dibuat dalam tanur tinggi listrik dengan memanaskan fosforit, pasir, dan kokas. Unsur belerang diperoleh dengan pompa Frasch. Adapun senyawa asam sulfat dibuat dengan proses kontak.

Unsur natrium memiliki kegunaan antara lain untuk lampu natrium dan pembuatan senyawa organik. Natrium hidroksida digunakan dalam pembuatan sabun. Natrium klorida sebagai bahan pengawet makanan seperti sayur, telur, dan ikan; dan pendingin dalam pembuatan es krim. Natrium hidrogen karbonat  sebagai pengembang kue, dan penghilang bau tengik dari mentega. Natrium nitrat dipakai sebagai pupuk buatan.

Magnesium banyak digunakan untuk pembuatan logam campur dan dipakai untuk membuat rangka  pesawat terbang.

Aluminium digunakan untuk membuat peralatan rumah tangga, rangka mobil dan
pesawat terbang. Silikon digunakan sebagai bahan baku pada kalkulator, transistor,
komputer dan baterai solar .

Nitrogen sebagai bahan pembuatan amonia, bahan pembeku dalam industri makanan. Adapun fosfor merah digunakan untuk membuat batang korek api. Belerang digunakan untuk memberantas jamur dan memasak getah karet. Asam sulfat berguna dalam laboratorium untuk analisis, sebagai bahan pupuk, cat, dan  pembuatan asam. Oksigen bermanfaat untuk pernapasan, sedangkan ozon sebagai bahan pemusnah hama air minuman.

Klor digunakan dalam industri kertas  dan tekstil, pemusnah kuman, dan zat warna organik. Iod digunakan dalam obat-obatan sebagai kalium iodida dan iodoform.

Helium digunakan sebagai pengisi balon udara, argon, dan neon digunakan sebagai pengisi lampu.

Selain bermanfaat, unsur-unsur utama juga memiliki dampak negatif, antara lain karbon dioksida menimbulkan efek rumah kaca, CFC menyebabkan tipisnya lapisan ozon, kloroform menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, gas hidrogen sulfida sangat beracun dan dapat menimbulkan kematian, asam sulfat menyebabkan korosi.

Untuk selengkapnya silakan download disini: =>> DOWNLOAD

Materi Reaksi Elektrolisis dan Hukum Faraday - Kimia SMA Kelas XII

Materi Reaksi Elektrolisis dan Hukum Faraday - Kimia SMA Kelas XII

Materi Reaksi Elektrolisis dan Hukum Faraday - SMA Kelas 12
Prinsip Elektrolisis Memanfaatkan Reaksi Redoks
* Elektrolisis adalah peristiwa penguraian senyawa kimia oleh arus listrik searah.
* Dalam sel elektrolisis berlaku:
- Pada katode negatif, terjadi reaksi reduksi
- Pada anode positif, terjadi reaksi oksidasi
* Reaksi pada katode bergantung pada jenis kation dengan ketentuan seperti berikut.
- logam (Golongan IA, IIA, Al, dan Mn) maka air yang tereduksi.

- Ion logam selain di atas, maka kation logam tersebut tereduksi.

- Ion H+ tereduksi membentuk H2

- Bila digunakan lelehan (berarti tanpa air), maka kation logam tersebut tereduksi.

* Reaksi pada anode bergantung pada elektrode.
- Inert : tidak teroksidasi
- Aktif : teroksidasi
* Reaksi pada anode sebagai berikut.
- Sisa asam oksi, maka air teroksidasi.

- Ion halida, maka akan teroksidasi.
2 X¯ ( aq )   →    X2( g )+ 2 e¯
- Ion OH- akan teroksidasi
4 OH¯ ( aq )→  2 H2O ( l )+ O2( g )  + 4 e¯
* Hukum  Faraday  1 : massa zat yang dihasilkan sebanding dengan jumlah muatan listrik yang mengalir.
Massa zat yang dapat diendapkan selama elektrolisis dapat ditentukan:

* Hukum Faraday 2 : massa zat yang dibebaskan dalam elektrolisis berbanding lurus dengan massa ekuivalen zat itu.
* Massa zat yang dapat diendapkan dalam  dua buah elektrolisis dengan arus dan waktu yang sama dapat ditentukan seperti berikut:

* Penggunaan elektrolisis dalam industri antara lain elektroplating.

Untuk selengkapnya silakan download disini: =>> DOWNLOAD

Materi Reaksi Oksidasi Reduksi dan Elektrokimia - Kimia SMA Kelas XII

Materi Reaksi Oksidasi Reduksi dan Elektrokimia - Kimia SMA Kelas XII


Materi Reaksi Oksidasi Reduksi dan Elektrokimia - SMA Kelas 12
  • Reaksi reduksi-oksidasi merupakan reaksi kimia yang disertai perubahan bilangan oksidasi.
  • Suatu reaksi redoks dikatakan setara, apabila:
    - Jumlah atom di ruas kiri sama dengan jumlah atom di ruas kanan.
    - Jumlah muatan ion di ruas kiri sama dengan jumlah muatan di ruas kanan.
  • Persamaan reaksi redoks dapat disetarakan dengan dua metode yaitu metode bilangan dan metode setengah reaksi.
  • Sel elektronikimia memanfaatkan reaksi kimia untuk menghasilkan listrik.
  • Pada sel Volta atau sel Galvani reaksi redoks spontan menghasilkan energi listrik.
  • alam sel terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik. Anode adalah elektrode tempat terjadinya reaksi oksidasi. Katode adalah elektrode tempat terjadinya reaksi reduksi. Arah gerak arus listrik adalah dari anode menuju katode. Pada sel Volta terdapat jembatan garam yang berfungsi menyetimbangkan ion-ion dalam larutan.
  • Potensial elektrode merupakan ukuran besarnya kecenderungan suatu unsur untuk melepas/menyerap elektron. Potensial yang dihasilkan oleh suatu elektrode yang dihubungkan dengan elektrode disebut potensial elektrode standar. Potensial sel dirumuskan:
  • Beberapa sel Volta dalam kehidupan sehari-hari:
    - sel aki
    - sel kering
    - baterai perak oksida
    - baterai merkurium (II) oksida
    - sel bahan bakar
  • Korosi terjadi sebagai akibat dari reaksi oksidasi karena adanya oksigen dan uap air. Perlindungan  logam terhadap korosi dapat dilakukan dengan memanfaatkan prinsip elektrokimia, antara lain  tin plating,  galvanisasi, cromium plating , dan  sacrificial protection.

Untuk slengkapnya silkan download disini: =>> DOWNLOAD